kuhidup atas alunan puisi

May 8, 2007

karat cinta Tuhan

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:43 am

bilah-bilah masa adalah

tajam pisau yang menghunus

zahirnya berkilau indah

fitrahnya dahagakan darah

manusia adalah objek berhati

gerak tari, gerak langkahnya

berlandas tuntutan yang sering saja

berbisik dengan nafsu,

manusia sentiasa keliru

bicara tentang cinta selalu saja menerjah

manusia dan cinta benarkah tak dapat dipisah?

omong kosong, cinta manusia jijik

bertuan nafsu keparat

cinta Tuhan jadi karat

hentikan bicara cinta manusia

aku penat!

alim kucing

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:42 am
ALIM KUCING

Perjuangan atas nama apakah
yang sering saja dilaung
membara semangat, terbakar dengan suara
jerit tegahan-amar ma’ruf katanya
Nahi mungkar laungnya
*Gentarlah segala jiwa

Namun, apakah dari setiap bicara yang terlontar
terkesan di hati, terpahat di aqal
Lalu minda sedar bergerak balas dengan geri
yang tak pincang dengan apa yang diperjuang

Manusia sering picik minda,hati terlonta
Aqal menegah atau jilbabkah yang menghalang?
serban dililit panjang,
Sedang keikhlasan dan ihsan berterbangan

Tuhan, berikan kami keampunan

 

sinar yang tinggal

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:41 am

sesekali
kaki terpijak duri
berdarah kembali

lihat di sana…

jangan berpaling
berlari!!
laju..laju…
lagi
pantas
pantas
pantas

di langit ada
samar redup wajah ayah
di putihnya awan
terbayang lembut wajah bonda

lihat di sana…

jangan berpaling
berlari!!
laju..laju…
lagi
pantas
pantas
pantas

penat aku
ayah bonda
usah kecewa
sinar pasti ada

 

janji kami buat alaqsa

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:37 am

merenung kubahmu yang masih tetap utuh
bertebarlah keping-keping sejarah maha hebat
berlingkar, terbakar dengan segala kisah
(cinta, kebanggaan, kekalahan, kemahsyuran)

Al-Aqsa, bumimu barakah buat kami
demi tanahmu yang suci, janji ini kuat
digenggam; teruskan perjuangan atau terkorban
(selain itu kami tak punya pilihan)

aL-Aqsa
belum pernah kami ratapi perginya syeikhul kami
syahid adalah bukti, lemah zahir bukan penghalang
yang kami tangisi adalah,
kalau mungkin jiwa-jiwa ini dilingkari maksiat hati

Al-Aqsa,
sampai tikanya,
kau akan kembali kepada kami
seperti anak yang berlarian kedakapan bonda
dan ketika waktu inilah
mereka akan membayar harga tiap-tiap titis darah kami

mawar terpinggir

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:32 am

Di sini tidak mungkin
terdengar sekuntum mawar
berbicara dan bersuara ria
kerna pada tiap-tiap kembang kelopaknya
ada titik-titik hitam yang mencengkam
maka itulah kesakitan amat
di atma mawar terpinggir

Tidak pernah akan terjawab
betapa dalam makna kehidupan
apabila ada saja puspa yang indah mekarnya
maka selebihnya adalah kering mawar terpinggir

Datanglah mentari
keringkan jernih air yang terbayang
di celah-celah kelopak mawar terpinggir
yang kian suram sinarnya
kerana selagi itulah
mawar terus terpinggir

gelora di jiwa

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:31 am

Tika rindu memeluk jiwa
kau berpaling
dan aku kecewa

katakan
jika rasa cinta
bisa menjadi benci
jika rindu bisa menjadi kesumat dendam
itulah tika dan saatnya
jiwa ditaburi sengsara yang mencengkam

seandainya pernah aku
merobek kepingan-kepiingan hatimu
maka itulah kesakitan di jiwaku

seandainya
pernah kuucap manis bicara
maka itulah bukti rasa cinta

izinkan aku alunkan irama rasa
moga damialah
gelora di jiwa

ketika jiwa ini

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:30 am

ketika jiwa ini
menyambut gemalainya
lambaian baitullah
hati tertunduk mata membasah
kusujud di kakiMu Ya Allah

ketika mentari di tegaknya kaabah
tidak terhalang deretan satu-satu
tetamuMu
menapak perlahan
dengan alunan bacaan suci
dari kalam terindah

dalam genta keriaan ini
aku bersimpuh seluruh penuh
mengharap redhoMu ya Allah

maafkan aku sahabat

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:30 am

maafkan aku sahabat
kerna sinar mentari
yang tiba
sudah suram sinarnya
pabila kulabuhkan kebencian
di hatimu yang terluka

maafkan aku sahabat
mawar yang mngembang
sudah hilang keharumannya
pabila aku tuturkan bait-bait
bicara yang memdihkan jiwa

sudah ditaqdirkan begini
tika kau tersenyum penuh mesra
aku memalingkan muka
dan kau terus kecewa

maafkan aku sahabat
kerana tiba-tiba bila begini
rindu mula merecup di hati

fikir

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:29 am

fikir-fikir
buka mata
buka minda
depang tangan
jangan terus dibelenggu
mentaliti tak berguna

terawang terus ii

Filed under: Uncategorized — wardahputeh @ 3:20 am

Rupanya
aku terlalu buta
untuk menghalusi
sekeping hati
yang kelat dengan rasa

Rupanya
pandanganku terlalu kabur
untuk menilai
parasku di cermin kaca

Oh jiwa
yang kupuja
terawang terus
melambai tak sampai
memeluk
tembus

Mata dan
jiwa
bersatulah!

Older Posts »

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.